3.7.15

Balada Opname dan Pindahan

Beberapa hari sebelum pindahan ke Sampit, saya harus menginap di rumah sakit Harapan Keluarga Cikarang karena infeksi perut. Awalnya sore itu perut saya mendadak sakit yang melilit hingga tak tertahankan. Padahal niatnya malam itu saya akan berangkat sholat tarawih, tapi bangun dari kasur pun tidak bisa. Yang saya lakukan hanyalah memegang perut dan menangis. Saya takut sesuatu terjani pada janin saya. Untungnya teman kos, Via, membawa saya ke RS HK dan langsung menuju UGD. Setelah diperiksa oleh dokter jaga, saya langsung diinfus dengan kecepatan aliran yang luar biasa karena ternyata saya dehidrasi padahal sudah cukup minum air, menurut saya. Dalam setengah jam, cairan infus pun habis. Dokter pun memutuskan agar saya opname sambil menunggu hasil tes darah di lab. Hal seperti ini yang saya benci, di rantau dan harus opname, dan hamil. Untungnya ada teman-teman yang baik kepada saya.

Besok siang hasil tes darah keluar yang menyatakan saya terkena infesi perut, terlalu banyak kuman di dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Mungkin karena beberapa hari sebelumnya saya malas masak dan berakhir beli makan di warung langganan ditambah pagi sebelum opname saya makan nasi padang. Harusnya tidak boleh menyalahkan makanan, sih, ya, mungkin saja saya yang kurang wasapada. Karena opname inilah suami saya datang menjemput saya dan sekalian diboyong ke Sampit, padahal seharusnya saya ke sana setelah lebaran. Tiga hari di rumah sakit, saya memaksa untuk pulang agar bisa packing dan berangkat ke Sampit karena awal bulan adalah jadwal suami kerja rodi. Packing dalam satu hari satu malam sedangkan barang saya ada banyak sekali. Suami meminta saya untuk duduk manis, tapi tidak saya hirau, kasian gak ada yang bantu ngepak barang total 6 kardus.

Awal Juli, saya resmi berdomisili di Sampit.

Di rumah baru pun saya masih tidak bisa diam, saya membongkar semua barang dan menata ulang di rumah baru. Capek, sih, tapi dasarnya saya ini tidak bisa melihat barang berserakan dan rumah kotor. Suami sempat marah karena kuatir dengan kondisi janin saya yang masih sangat muda ini. Semoga kuat, ya, Nak.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar Anda ^^