28.12.15

Kehamilan 14 Minggu

Alhamdulillah sudah ada di trimester kedua, rasanya sungguh luar biasa sekali. Apalagi saat kontrol dan melakukan USG, dada saya ikut berdebar tak sabar melihat sang jabang bayi. Saat kali pertama alat usg ditempelkan ke perut saya, ternyata anak semok sedang tidur miring layaknya orang dewasa. Dokter lalu mengukur detak jantung bayi dan mengeraskan volumenya, eh, ternyata anak semok bergerak mungkin ketenangan tidurnya sedikit terusik, hehe. Akhirnya dia pun bergerak secara aktif saat dokter mulai melakukan pengukuran. Untuk usia kehamilan 14 minggu ini, dokter menjelaskan bahwa pengukuran bayi berdasarkan dua variabel yaitu lingkar kepala dan panjang paha untuk mendapatkan prediksi berat dan panjang bayi. Pengukuran panjang tubuh bayi tidak lagi dilakukan karena bayi cenderung lebih bergerak aktif.

Semua ukuran anak semok masuk dalam kategori normal, Alhamdulillah. Berat bayi sudah 1 ons dan panjangnya kira-kira 15 centi, detak jantung normal, dan geraknya juga aktif meski saya belum bisa merasakannya. Sayangnya bagian kelamin tertutupi oleh paha bayi karena posisinya miring, ehm, tidak apa lah yang penting semua sehat dan normal. Saat usg kali ini, saya menjadi sangat cerewet, menanyakan segala hal yang mungkin terlihat sepele, sampai-sampai sang asisten dokter kandungan tersebut sepanjang membantu usg, hehe. Untungnya, Obgyn saya ini orangnya sangat sabar, mau menjawab semua pertanyaan saya meskipun sepele. Beliau dengan kalemnya menjelaskan kepada saya setiap perkembangan organ pada bayi. Maklum lah ya, calon mama muda, hehe.

Baca juga : Kehamilan 10 minggu

16.12.15

Cerita Kehamilan 10 Minggu

Alhamdulillah, saat saya membuat postingan ini tepat usia kandungan 13 minggu 2 hari dan sekitar dua minggu lalu saya usg kedua saat kehamilan 10 minggu 3 hari. Dan itulah kali pertama saya mendengarkan detak jantung si jabang bayi yang masih anteng di dalam perut. Dan detak jantungnya itu cepat dan memburu seperti manusia dewasa selesai berlari. Hal yang membuat saya hampir menangis haru adalah melihat kedutan di bagian dada bayi saya dari layar monitor. Allahu Akbar, jantung anakku berdetak dan Alhamdulillah normal. Dan ternyata untuk mendengarkan suara detak jantung bayi harus memperbesar volume alat usg, kalau tahu seperti itu dari awal saya minta diperdengarkan detak jantungnya saat usia 6 minggu. Masya Allah, anugerah Allah memang luar biasa, saya tidak akan pernah lupa berkirim doa untuk jabang bayi pertama yang sudah bahagia di sisi-Nya.
hasil usg usia 10w3d
hasil usg usia 10w3d, beda sehari dengan usia hamil

21.11.15

ML Saat Hamil Muda

Beberapa hari lalu, seorang teman yang sedang hamil muda, sekitar 7 minggu, bertanya tentang pantangan dan anjuran untuk ibu hamil terutama saat di trimester 1. Saya, sih, mengulang kembali apa yang dikatakan oleh dokter kandungan seperti makan yang bergizi, tidak harus banyak yang penting intensitasnya sering dan bergizi, hindari makanan yang mengandung pengawet dan msg. Dan sampai pada kalimat, jangan berhubungan dulu, teman saya sepertinya kaget dengan pernyataan saya saat itu. Saya, sih, menjelaskan kalau itu sesuai dengan anjuran obgyn karena saya punya riwayat keguguran. Tapi semestinya berlaku juga untuk wanita hamil muda lainnya. Menurut hasil percakapan saya dengan beberapa teman yang pernah atau sedang hamil, berhubungan saat istri hamil itu tergantung dari kondisi rahim masing-masing ibu. Ada teman yang tidak mendapat larangan sama sekali asal dilakukan dengan aman, ada pula yang harus stop selama 9 bulan karena kondisi rahim yang lemah.

Berhubungan badan saat istri hamil muda bisa saja dilakukan asal aman dan sperma suami tidak dikeluarkan di dalam miss.v, alasannya karena sperma mengandung protein yang bisa membuat kontraksi dini pada rahim yang bisa menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran pada hamil muda. Dan, sebaiknya berhati-hati dengan guncangan yang ditimbulkan, jika guncangan terlalu kuat juga bisa membahayakan janin (sumber). Sepertinya, hal inilah pemicu utama keguguran saya beberapa bulan lalu selain capek yang menumpuk setelah pindahan, opname, dan mudik lebaran. Ya, saat itu saya dan suami masih berhubungan badan secara rutin seperti biasanya setelah hampir satu bulan LDR. Mau dibilang bodoh ya entahlah karena kami memang tidak tahu aturannya, obgyn sebelumnya pun tidak memberi larangan kepada kami. Saat itu kami baru menikah 2 bulan dan LDR, bok, itu yang menjadi alasan kami tetap berhubungan secara normal. Ditambah dengan aktivitas berat lainnya yang saya lakukan. Sebuah pelajaran yang sangat berharga.

3.11.15

USG Pertama Kehamilan 6 Minggu

Setelah menunggu telat menstruasi selama 2 minggu, akhirnya kami memutuskan untuk cek ke dokter agar mendapat kepastian tentang kehamilan saya yang kedua ini. Tanggal 30 Oktober lalu, kami ke salah satu klinik dokter kandungan yang dulu juga menangani kehamilan saya yang pertama. Obgyn saya ini laki-laki, namanya Dr. Franky Sumarlie, yang sejauh ini paling cocok cara penanganannya daripada 2 obgyn saya sebelumnya. Dr. Franky sempat bercanda kalau saya hamil terlalu cepat padahal baru 2 bulan keguguran, tapi kan saya mengikuti saran beliau yaitu minimal jeda 2 kali mens, hehe. Tanpa banyak kata langsung berbaring untuk usg, saat itu usia kehamilan saya 6 minggu. Rasanya dag dig dug sekali saat seorang perawat memberikan gel di perut saya, saat alat usg menyentuh perut ternyata langsung terlihat kantung kehamilan yang cukup besar. Alhamdulillah, terima kasih Allah ya Rabb.

Hasil usg 6w
Hasil usg usia 6w, sehat terus ya, Nak, biar kakak bahagia di atas sana
Dokter pun melanjutkan ekspansi alat usg untuk mendapat gambar yang jelas dan janin pun sudah terlihat panjang dan cukup tegas. Pada saat usg ada 2 tampilan yaitu saat kantung kehamilan berbentuk bulat dan panjang, ternyata dokter memilih bentuk yang panjang seperti gambar.

26.10.15

Alhamdulillah, Positif Lagi

testpack positif saat telat mens 1 minggu
testpack positif saat telat mens 1 minggu
Hampir tiga bulan lalu janin saya dinyatakan gugur oleh dokter kandungan tempat saya konsultasi. Sedih, memang, tapi saya menganggap keguguran adalah satu dari rencana Allah untuk saya dan suami agar lebih hati-hati jika mendapat titipan sangat berharga, yaitu anak. Obgyn saya menyarankan untuk memberi jeda rahim untuk tidak hamil minimal 2 kali mens, dan kami pun antara nurut dan tidak. Maksudnya, kami tetap berhubungan badan tapi saat masa subur, pause dulu, hehe. Setelah mendapat dua kali mens, program hamil secara alami pun kami lakukan. Tanpa konsultasi dokter, tapi hanya mengikuti jadwal masa subur serta konsumsi makanan bergizi. Oh, iya, setelah keguguran, pola menstruasi saya menjadi sedikit berantakan selama 2 bulan tersebut, jadi menentukan masa subur melalui feeling meskipun tetap dihitung.

9.10.15

Promil Alami

Sudah selesai masa tunggu minimal yang diberikan dokter untuk hamil lagi sejak keguguran, yaitu dua kali menstruasi. Sebenarnya bisa saja tidak mengikuti anjuran dokter jika ingin segera hamil lagi, tapi kasihan rahim saya nanti. Untungnya, syukur Alhamdulillah, saya keguguran tanpa kuret jadi masa tunggunya minimal dua kali mens saja. Kalau yang sudah kuret, menurut dokter, masa tunggunya minimal 6 kali menstruasi karena penipisan rahim pasca kuret. Sebelumnya, saya melakukan tes usg lagi untuk melihat kondisi rahim, Alhamdulillah rahim saya baik dan bersih. Siap untuk program hamil lagi. Bicara soal promil, saya dan suami sebelumnya bisa dibilang hanya promil alami saja, tidak yang harus konsultasi ke dokter untuk merencanakan kehamilan. Paling saat itu selama dua minggu berturut, saya mengonsumsi tauge dan minum susu, sedang suami rajin makan sayur dan buah. Ketemu pun setelah pisah hampir 1 bulan jadi langsung dung, deh.

Untuk merencanakan kehamilan lagi, kami pun mengulangi pola makan yang sama. Sebelum masa subur saya datang, sayuran dan ikan menjadi makanan utama kami, stok buah pun tak pernah habis dari kulkas. Berhubung saya tidak begitu suka dengan buah yang dijus, buah tersebut say amakan langsung tanpa olah. Sebelumnya, suami pun rajin olahraga (baca: futsal). Dan program yang kami jalankan saat itu adalah berhubungan dua hari sekali selama masa subur. Iya, saat masa subur saja. Setelah menstruasi selesai, kami puasa dulu untuk berhubungan dan dimulai saat masa subur saya mulai juga. Hal ini kami lalukan untuk menjaga kualitas sperma. Intensitas dua hari sekali pun saya ikuti atas saran teman, Dweedy, yang aslinya menyarankan tiga hari sekali, hahaha.

2.8.15

Pendarahan Hebat dan Keguguran

Mudik lebaran telah usai, saya masih merasa sehat dan tidak ada hal yang salah dengan kehamilan saya, hingga suatu malam saya mengalami pendarahan hebat tanpa tanda apapun yang muncul terlebih dulu. Awalnya sih ada flek kecil saja dan saya biarkan, tapi pas saya buang air kecil, Astagfirullah, banyak sekali darah yang keluar. Tekstur darahnya pun  ada sedikit gumpalan juga, saya semakin mringis tekakutan. Besok harinya juga demikian, pagi saat buang air kecil darah kembali keluar dengan hebat, banyak, dan disertai gumpalan. Langsung lemes, nangis. Hari itu saya istirahat total, tapi setiap buang air kecil selalu disertai dengan darah yang cukup banyak layaknya menstruasi. Bodohnya saya tidak langsung ke dokter karena takut, jadi saya pendarahan selama seminggu disertai perut yang sungguh nyeri.

Seminggu berikutnya lagi darah itu tetap keluar dengan berkurang kuantitasnya. Total pendarahan selama 2 minggu dan saya baru ke dokter kandungan. Sebelum ke dokter, pagi-pagi sekali saya mencoba testpack dan hasilnya negatif. Wes, perasaan saya rasanya tidak karuan. Lemas.

Saat periksa ke dokter dan melakukan usg, dokter pun menyatakan janin saya luruh bersama darah yang keluar saat itu. Saya menanyakan kondisi rahim saya karena saat itu perut terasa nyeri luar biasa. Alhamdulillah rahim masih dalam kondisi baik dan kabar baiknya saya tidak perlu kuret. Dokter memberikan 2 macam obat untuk membersihkan sisa yang ada di dalam rahim dan vitamin. Untuk selanjutnya kami diminta untuk istirahat berhubungan beberapa hari dan paling tidak menunggu 2 kali masa mens jika ingin mempunyai anak lagi. Hati saya hancur, penyesalan terbesar dalam hidup saya saat tidak menghirau nasehat dari kerabat dan sahabat yang berujung luruhnya janin yang masih berusia 10 minggu ini. Maafkan, Bunda, Nak, InsyaAllah kelak kita akan bertemu di Syurganya Allah, ya. Bunda dan Ayah mencintaimu.

13.7.15

Ngflek Tandanya Apa?

Siang itu saat duduk jongkok di depan kulkas tiba-tiba saya merasa ada yang keluar dari bagian kewanitaan, langsung buru-buru ke kamar mandi untuk ngecek. Astaghfirullah, ada bercak darah yang keluar. Otomatis telpon suami dan minta suami pulang ke rumah saat itu juga. Saya pun menghubungi salah satu teman saya untuk konsultasi dan ditanya kegiatan apa saja yang sudah saya lakukan hari itu. Nyuci baju dan angkat ember dari belakang rumah ke depan. Dorrr... langsung kena semprot teman saya karena hal itu. Harusnya pas hamil muda stop dulu kegiatan rumah tangga, tapi saya bosen di rumah sendiri jadinya ya melakukan apa pun yang bisa saya lakukan. Tidak tahu kalau bakal berujung ngeflek. Interogasi pun berlanjut. Teman saya bertanya, "berhubungan sama suami, gak?", iya, beberapa hari lalu. Meskipun saya berkata play safe dan sperma tidak dikeluarkan di dalam miss V, tetap saja bisa berbahaya karena kontraksi yang ditimbulkan. Maafkan, Bundamu, Nak :(

Setelah suami pulang ke rumah, kami membuat jadwal bertemu dokter kandungan malam itu juga meskipun harus mendapat antrian paling akhir di jam 10 malam. Dokter memberikan obat penguat kandungan dan vitamin, serta meminta saya untuk bedrest total padahal harus mudik lebaran. Saya pun cerita kalau harus mudik, dan dokter mewanti-wanti saya agar sebisa mungkin mengurangi aktivitas dan tidak boleh capek. Semoga aja sih, ya. Rada gimana gitu kan kalau lebaran tidak unjung saudara, dan biasanya kalau di rumah nenek, saya itu orang yang paling sibuk mengatur ini itu. Bismillah. Sebagai informasi, dokter kandungan yang saya kunjungi adalah Dr. Franky Sumarlie, Sp.OG yang bertugas di Klinik Regina, Sampit. Meskipun pria tapi dokternya luwes, saya dan suami cocok dengan dokter Franky setelah beberapa kali ke dokter kandungan.

3.7.15

Balada Opname dan Pindahan

Beberapa hari sebelum pindahan ke Sampit, saya harus menginap di rumah sakit Harapan Keluarga Cikarang karena infeksi perut. Awalnya sore itu perut saya mendadak sakit yang melilit hingga tak tertahankan. Padahal niatnya malam itu saya akan berangkat sholat tarawih, tapi bangun dari kasur pun tidak bisa. Yang saya lakukan hanyalah memegang perut dan menangis. Saya takut sesuatu terjani pada janin saya. Untungnya teman kos, Via, membawa saya ke RS HK dan langsung menuju UGD. Setelah diperiksa oleh dokter jaga, saya langsung diinfus dengan kecepatan aliran yang luar biasa karena ternyata saya dehidrasi padahal sudah cukup minum air, menurut saya. Dalam setengah jam, cairan infus pun habis. Dokter pun memutuskan agar saya opname sambil menunggu hasil tes darah di lab. Hal seperti ini yang saya benci, di rantau dan harus opname, dan hamil. Untungnya ada teman-teman yang baik kepada saya.

Besok siang hasil tes darah keluar yang menyatakan saya terkena infesi perut, terlalu banyak kuman di dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Mungkin karena beberapa hari sebelumnya saya malas masak dan berakhir beli makan di warung langganan ditambah pagi sebelum opname saya makan nasi padang. Harusnya tidak boleh menyalahkan makanan, sih, ya, mungkin saja saya yang kurang wasapada. Karena opname inilah suami saya datang menjemput saya dan sekalian diboyong ke Sampit, padahal seharusnya saya ke sana setelah lebaran. Tiga hari di rumah sakit, saya memaksa untuk pulang agar bisa packing dan berangkat ke Sampit karena awal bulan adalah jadwal suami kerja rodi. Packing dalam satu hari satu malam sedangkan barang saya ada banyak sekali. Suami meminta saya untuk duduk manis, tapi tidak saya hirau, kasian gak ada yang bantu ngepak barang total 6 kardus.

Awal Juli, saya resmi berdomisili di Sampit.

Di rumah baru pun saya masih tidak bisa diam, saya membongkar semua barang dan menata ulang di rumah baru. Capek, sih, tapi dasarnya saya ini tidak bisa melihat barang berserakan dan rumah kotor. Suami sempat marah karena kuatir dengan kondisi janin saya yang masih sangat muda ini. Semoga kuat, ya, Nak.

1.7.15

Opini Kedua: Bu Bidan

Karena sedikit tidak puasa dengan hasil usg dari dokter Nancy di rumah sakit mitra keluarga, saya memutuskan untuk bertandang ke bidan yang ada di rumah sakit bersalin di komplek perumahan tempat saya tinggal. Rumah sakit bersalinnya kecil ini tempat saya melakukan vaksin tokso-tetanus sebelum saya menikah. Setelah registrasi langsung menuju ke bidan dan menceritakan yang saya alami. Pertama saya tidak langsung diperiksa tapi diberikan penjelasan terlebih dahulu. Bu bidan menggunakan kalender kehamilan yang bentuknya bundar dan mengatakan usia kehamilan saya 4 minggu beberapa hari berdasarkan perhitungan tanggal menstruasi. Setelah itu saya diperiksa hanya dengan memegang dan menekan sedikit perut bagian bawah. Katanya, rahim sudah menebal dan mengeras dan saya positif hamil.

Saya sedikit menyinggung tentang usg tanpa memberi tahu kalau saya sudah usg. Bu bidan berkata, kalaupun saya usg dalam usia yang masih sangat muda, kemungkinan kantung rahim saja yang baru terlihat. Tapi kondisi tersebut berbeda untuk setiap ibu hamil, ada yang sudah terlihat jelas, ada yang mungkin belum terlihat sama sekali, seperti saya. Bu bidan pun memberi saya obat penguat kandungan dan vitamin (folavit. red).

Hmm.. bukan saya tidak percaya dengan kata dokter, mungkin karena ini kehamilan pertama jadi sedikit was-was jika ada hal yang kurang baik. Dengan adanya dua tanggapan dari dokter kandungan dan bidan hati lebih lega dan tenang dan saya memutuskan untuk stop puasa Ramadhan sesuai anjuran keduanya. Mulai untuk makan dengan asupan gizi yang baik demi calon janin yang akan datang ke rahim saya. Bismillah, ya, nak.

30.6.15

Kali Pertama ke Dokter Kandungan

Setelah terlambat mens dua minggu saya pun memutuskan untuk ke dokter kandungan meskipun tanpa suami. Alasannya agar saya segera yakin kalau saya benar-benar hamil. Alasan lainnya sih karena ingin menghabiskan jatah asuransi sebelum saya resmi cabut dari Samsung, hehe. Emak-emak gak mau rugi, dong, ya. Setelah bertanya ke sana dan ke mari tentang tujuan rumah sakit dan dokter kandungan yaitu antara rumah sakit mitra keluarga dan harapan keluarga yang ada di Cikarang, saya memutuskan untuk ke MK karena di HK semua dokter kandungan laki-laki. Sedangkan di MK ada dua pilihan dokter yang menjadi rekomendasi yaitu dokter Titin dan dokter Nancy, katanya, dua-duanya sama-sama bagus hanya saja dokter Titin lebih sering membludak antriannya. Untuk kali pertama pertemuan ini saya memutuskan untuk ke dokter Nancy. Saya memesan antrian pada hari jumat untuk pertemuan senin pagi jam 9 di Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Agak deg-degan rasanya baru kali pertama ke dokter kandungan, sendiri pula, sedangkan ibu-ibu lainnya ditemani oleh suami dan anak mereka. Walaupun saat daftar saya mendapat urutan nomer 4 eh ternyata saya masuk duluan, rejeki, hehe. Saya cerita ke dokter tentang terlambat mens dan ditanya tentang gejala orang hamil seperti mual, kram perut dan payudara. Saya tidak merasakan mual sama sekali malah nafsu makan semakin tinggi, untuk kram perut dan payudara memang saya rasakan layaknya orang menstruasi.

Tiba saatnya untuk usg. Awalnya usg perut saja, dokter Nancy sungguh sabar dan telaten saat memeriksa perut saya untuk mencari kantung rahim. Ternyata kantung rahim belum terlihat saat usg perut dan spontan dokter Nancy berkata untuk usg transvaginal. Deg, help. Meskipun diminta untuk rileks tapi saya tidak bisa, nyut-nyutan rasanya. Hasil dari usg bawah pun belum terlihat kantung rahim. Seketika itu saya sedikit sedih dan dokter Nancy berkata bahwa rahim saya sudah membesar dan itu salah satu tanda kehamilan. Saya pun diminta untuk kembali usg 2 minggu lagi. Semangat.

27.6.15

Positif Dua Garis

Dari judulnya sudah terlihat kalau postingan ini akan membawa berita gembira. Yap, Alhamdulillah testpack menunjukkan dua garis walaupun satu garis masih terlihat agak samar-samar. Ceritanya, saya kembali terlambat menstruasi selama 4 hari sejak terakhir saya ketemu dengan suami di Sampit selama 4 hari saja. Kami pun tidak menyiakan kesempatan yang kebetulan pas dengan masa subur saya. Benar-benar pas tanggalnya, meskipun mens pertama setelah kawin saya sempat terlambat mens selama 6 hari. Cara Tuhan menyayangi hamba-Nya memang luar biasa indah, bukan? Saat terlambat mens dua hari saya tidak mau ge-er dulu kalau positif hamil, takutnya nanti kejadian sebelumnya terulang lagi. Tapi pas terlambat 4 hari, sang kekasih meminta saya untuk melakukan uji urin esok paginya, untungnya saya masih ada stok testpack, hehe. Dan hasilnya adalah seperti gambar di bawah ini.

Positif dua garis
Alhamdulillah dua garis

18.5.15

Terlambat Mens Tapi Hasil Testpack Negatif

Sudah empat hari saya terlambat datang bulan setelah satu bulan pernikahan dengan suami terganteng. Sebelumnya, saya belum pernah mengalami terlambat menstrusai selama itu, karena jadwal menstruasi saya selalu teratur 28 hari. Mentok kalau terlambat ya paling maksimal dua hari saja. Rasa gundah gulana menyelimuti hati, terselip rasa bahagia luar biasa karena berpikir kalau saya ini hamil. Ya, namanya juga pengantin baru, kalau terlambat menstruasi pasti menjadi berita spesial. Saya pun bercerita pada suami yang ada di seberang pulau lalu beliau meminta saya untuk melakukan tes urin. Antara takut dan penasaran, sorenya saya membeli dua testpack yang seharga tiga ribu dan dua puluh ribu. Serakah langsung beli dua, hehe.

Esok subuh bangun tidur saya langsung ke kamar mandi untuk uji urin dengan testpack yang mahal. Gemetar. Dada berdegub dengan kencang. Setelah 3 menit mengamati setiap perubahan yang ada pada testpack tersebut raut muka berubah menjadi sedikit kecut karena garis kedua tak kunjung hadir dalam testpack mahal itu. Setelah selesai sholat subuh pun saya terus mengamati garis merah tersebut. Masih satu garis. Saya mengulang uji urin dengan testpack kedua di hari ke enam terlambat mens. Sama. Hanya satu garis saja yang muncul.

Sedih. Kecewa. Dan akhirnya saya menangis.

Dan, sore hari tersebut, bulan pun datang. Saya menstruasi. Semakin menjadi-jadi rasa kecewa saya. Hmmm... wajar kan, ya, kalau saya kecewa? Cerita ke suami, beliau menguatkan. Dan berakhir dibelikan tiket ke Sampit untuk lembur bikin anak lagi, hehe.

1.5.15

Blog Baru: Kisah Kasih Bunda

Halo.
Berjumpa lagi dengan saya dalam blog baru dengan tajuk KISAH KASIH BUNDA. Sebagai perkelanan, saya dan suami adalah pasangan muda yang baru saja menikah di bulan April tahun ini, masih hangat dan mesra, hehe. Setelah menikah dan merantau bersama suami di Sampit, Kalimantan Tengah, saya merasa membutuhkan untuk membuat blog baru lagi yang khusus menuliskan tentang kehidupan seorang ibu rumah tangga. Terlebih, lumayan susah untuk bergaul dalam kehidupan nyata dengan ibu-ibu atau wanita yang di lingkungan sekitar. Bisa dikatakan sampai saat ini saya belum mempunyai teman nyata di kota kecil ini. Untuk saat ini, saya melewati sepanjang hari hanya dengan berada di rumah dan berteman laptop atau ikut suami ke kantor saat jam lemburnya. Jadi saya rasa blog baru ini akan membantu saya dalam menyalurkan segala macam pikiran yang berhubungan dengan kehidupan rumah tangga dan sejenisnya.

Mungkin, blog ini akan saya isi dengan curhatan ala emak yang resah karena harga gas yang sangat mahal, atau mungkin akan berisi catatan tentang buah hati (semoga saya dan suami segera dikaruniai amanah luar biasa tersebut). Seperti halnya pasangan muda lainnya, kami masih merasa sangat kurang ilmu tentang kehidupan rumah tangga terutama saya yang masih sangat awam dan sedikit syok atas kepindahan saya yang mendadak dari Cikarang ke Sampit. Semoga ke depannya, blog ini bisa membawa manfaat untuk ibu rumah tangga lainnya dan bisa menambah ilmu untuk saya.

Selamat datang, and enjoy!