21.5.16

Kehamilan 35 Minggu

Kehamilan 35 Minggu – Alhamdulillah, akhirnya sudah ada di penghujung trimester tiga, tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru saja kemarin saya melihat test pack dan sekarang perut sudah seperti gentong dengan usia kehamilan 35 minggu 5 hari. Beberapa orang mengatakan bahwa usia kehamilan saya belum mencapai 9 bulan karena ada konversi khusus hitungan kehamilan. Dan bagaimana pun hitungan usia kehamilan tersebut, saya lebih suka menghitung dalam minggu daripada bulan. Yang penting perubahan baik terus terjadi dari bulan ke bulan. Ada banyak sekali perubahan yang terjadi di setiap trimester entah itu dari segi fisik, emosi, dan kondisi janin yang Alhamdulillah sudah pasti jenis kelaminnya, menurut hasil USG.

Jika saat trimester pertama nafsu makan kurang begitu baik bahkan sedikit teler, berbeda dengan sekarang yang begitu menggila. Dalam sehari memang masih 3 kali makan nasi tapi setiap makan bisa 2 sampai 3 piring nasi meskipun hanya menggunakan lauk tahu tempe dan sambal terasi. Belum lagi cemilan berat yang selalu stok di dalam kulkas, belum lagi susu, jus, atau kudapan lainnya, haha. Akhirnya timbangan terakhir sudah melebihi berat badan suami saya dan total kenaikan berat badan adalah 14 kilo. Kabar baiknya, semua makanan yang masuk perut bisa diserap dengan baik oleh anak semok dan berat janin sudah lebih dari 2,5 kilo. Ehem, baik dokter kandungan maupun bidan sudah meminta saya untuk diet nasi dan manis. Hanya saja akhir-akhir ini perut saya tidak bisa menerima makanan sebanyak sebelumnya, jika makan terlalu kenyang maka saya akan mual. Oleh sebab itu saya mengurangi porsi makan tapi tidak dengan intensitasnya dan masih menyediakan kudapan sehat dan mengenyangkan.

30.3.16

ASI Keluar Saat Hamil

Asi Keluar Saat Hamil – Alhamdulillah usia kehamilan saya saat membuat postingan di hari ini adalah 28 minggu 3 hari yang berarti sudah masuk 7 bulan. Tapi saya tidak akan bercerita tentang kondisi janin maupun ibu hamil seperti biasanya, kali ini saya ingin bercerita bahwa asi saya sudah keluar saat hamil! Iya, air susu ibu sudah keluar meski saya belum melahirkan si anak semok. Memang, sih, saya sudah banyak mendengar bahwa ibu hamil pun bisa mengeluarkan asi tapi ya tidak lantas percaya karena belum mengalami sendiri. Kira-kira saat usia kehamilan 24 minggu secara sengaja saya memencet bagian (maaf) puting kanan dengan tujuan membersihkannya dari daki, eh ternyata keluar buliran putih kekuningan, tidak banyak hanya beberapa titik saja dan bagian kiri pun belum keluar apa-apa saat saya memencetnya. Dua hari kemudian ternyata puting bagian kiri juga mengeluarkan air putih kekuningan yang konon disebut dengan kolostrum. Kalau kolostrum sudah keluar bagaimana dengan jatah anak semok nanti? Kalau kolostrum habis bagaimana?

Memang tidak setiap hari asi tersebut keluar, mungkin dua atau tiga hari sekali jika saya iseng memencetnya, tapi ada rasa takut kolostrum akan habis jika terus dipencet. Akhirnya saya biarkan pun tidak membersihkan area payudara seperti biasanya. Sejak keluarnya asi tersebut, payudara menjadi lebih sensitif dari biasanya, rasa nyeri dan nyut-nyutan semakin menjadi sepanjang hari. Karena penasaran  dan menghempas rasa was-was, saya bertanya pada bidan saat jadwal kontrol perihal asi keluar saat hamil dan nyerinya payudara.

28.2.16

Kehamilan 23 Minggu

Kehamilan 23 Minggu - Alhamdulillah sudah hampir masuk ke usia kehamilan 6 bulan, rasanya waktu berjalan begitu cepat karena sepertinya baru saja kemarin melihat testpack bergaris dua. Niat awal kami adalah kontrol kandungan saat pas 24 minggu alias 6 bulan, tapi kondisi saya sedang lemah karena batuk pilek. Treatment yang saya lakukan saat batu pilek adalah minum air mineral sebanyak mungkin dan honey plus lemon shot setiap pagi dan sore. Sayangnya hidung mampet sehingga membuat susah bernapas dan kondisi tubuh benar-benar lemas, ditambah lagi gerakan janin menjadi pasif saat saya sakit. Akhirnya suami memutuskan untuk kontrol kandungan sesegera mungkin.

Kontrol kandungan di obgyn saya ini antara suka dan tidak, karena beliau usg cuma beberapa menit saja, paling 2 menit. Berbeda saat kontrol ke bidan, usg bisa 10 menit, hehe. Oiya, untuk kontrol kehamilan saya di dua tempat, obgyn dan bidan mulai usia 4 bulan karena berniat melahirkan di bidan yang akhirnya nemu bidan yang cocok. Untuk vitamin masih tetap ambil dari obgyn karena terlanjur cocok, usg di klinik pun bisa 4D. Seperti biasanya, dokter kandungan memperlihatkan detak jantung bayi, Alhamdulillah normal karena saya kuatir janin ikut lemas saat saya sakit, saat usg pun dia masih terlihat aktif menggerakkan kaki dan tangannya. Pada kehamilan 23 minggu, berat badan bayi hampir 600 gram, lumayan semok lah ya. Saya pun membandingkan variabel yang diukur dengan tabel perkembangan janin, Alhamdulillah normal semua. Dokter memperlihatkan mata yang sedang melek, hidung yang Insyaallah mancung seperti ayahnya, dan mulut yang sedang mengecap-ngecap. Masyaallah saya terharu sekali, ditambah lagi kelamin sudah lumayan terlihat meski belum terlalu jelas. Dokter sudah memberikan prediksi jenis kelamin, tapi insyaallah akan yakin di bulan ke tujuh saat kami lakukan usg 4D. Soal pergerakan janin yang menjadi pasif saat ibunya sakit tidak masalah asal si ibu tetap menjaga asupan makanan dengan baik, mulai dua hari lalu anak semok sudah mulai aktif menendang lagi.